Banyak pemilik sepeda motor yang masih bingung saat akan membeli CDI (Capacitor Discharge Ignition). Di pasaran tersedia berbagai pilihan, mulai dari CDI original bawaan pabrikan hingga CDI lokal atau aftermarket dengan harga yang lebih terjangkau.
Sekilas kedua produk tersebut terlihat hampir sama. Namun, jika diperhatikan lebih detail, terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan mulai dari kualitas material, komponen elektronik, hingga karakter pengapian yang dihasilkan.
Mengetahui cara membedakan CDI original dan lokal sangat penting agar Anda tidak salah membeli produk, terlebih jika motor digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan jauh untuk motor yamaha f1zr.
Berikut beberapa poin yang dapat dijadikan acuan sebelum membeli CDI original:
- Terdapat logo yamaha pada part cdi.
- Warna keseluruhan part cdi tidak mengkilap atau doff (tidak mengkilap).
- Warna nomor part cdi di cetak tebal dan tidak mengkilap.
- Jika diraba nomor part cdi terasa timbul.
- Dibagian tiap ujung socket tidak tipis alias tebal dan mengkilap.
- Kumpulan kabel socket dibungkus oleh pembungkus warna hitam.
- Untuk sisi performa jika menggunakan original, mesin mudah dihidupkan dan mudah mengatur setelan karburator.
Apakah CDI Lokal Selalu Jelek?
Tidak selalu, saat ini banyak produsen aftermarket yang memproduksi CDI dengan kualitas yang baik. Bahkan beberapa di antaranya digunakan untuk kebutuhan balap maupun modifikasi.
Yang perlu diperhatikan adalah memilih produk dari merek yang memiliki reputasi baik, garansi jelas, dan spesifikasi yang sesuai dengan tipe motor Anda.
Jangan hanya tergiur harga murah karena kualitas komponen elektronik sangat memengaruhi umur pakai.